Catch Me IF You Can

Mencoba membuat fanfic juga, ini fanfic pertama saya … MAAF kalau ceritanya membosankan, tidak berkenan di hati, bikin bingung dan karakter di dalamnya gak sesuai dengan yang asli, dan banyak kata yang gak baku ….. karena itu author sangat mengharapkan komen dari pembaca sekalian,, SILAHKAN BERKOMENTAR DENGAN BEBAS. Komentar pembaca sekalian adalah penghargaan terbesar bagi author jadi COMMENT PLEASSS!!

dibuat dgn penuh cinta dan didedikasikan utk UVERworld,,,halaaah *plaakk**

DOZOU ^___^

Chapter 1

Seorang gadis berlari menembus hujan salju yang tengah turun, sambil memegang erat sesuatu dalam dekapannya. Di bawah temaram lampu taman terlihat luka baru di dekat mata dan di sudut bibir gadis itu. Dua orang dengan pakaian hitam mengejar dibelakangnya. Salah seorang pengejar berteriak dengan suaranya yang kecil tapi melengking “Berhenti!!! Tidak perlu sampai seperti ini. Apa kau sudah kehilangan akalmu.”

==!!!==

Di sebuah klab malam di Jepang sebuah private party sedang berlangsung. Hingar bingar lampu, musik yang bergema keras, bau alcohol dan rokok yang menyengat.

Seorang pria bertubuh langsing berdiri dan mengangkat gelasnya.

“Satu minggu lagi teman-teman. Satu minggu lagi. Untuk kesuksesan kita. Cheers !!!”

“Cheers !!!” teman-teman pria itu berdiri dan membalasnya. Pria itu hanya meminum seteguk cairan dalam gelasnya dan meletakkannya di meja.

“Baiklah kalau begitu” sambil menepuk kedua tangannya “Aku mohon diri dulu, terima kasih untuk malam ini.” Pria itu membungkukkan tubuhnya.

“Eehh, kau mau pergi ??” seorang pria bertubuh sedikit gempal bertanya.

“ He eh. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Kalian bersenang-senanglah tapi jangan sampai kebablasan, ingat satu minggu lagi. Oretachi ga number #1. Tokyo Dome. Tokyo Dome.” Jawab pria bertubuh langsing bersemangat.

Setelah berpamitan, pria langsing itu segera menuju mobilnya dan melaju menembus hujan salju yang tengah turun.

Bulir-bulir salju turun dan menempel di kaca depan mobil pria itu. Ia menyalakan wiper dengan kecepatan sedang sambil menunggu lampu hijau menyala. Dari dalam mobil, pria itu menggerakkan kepalanya senada dengan irama yang keluar dari CD playernya. Ia terlihat puas dengan lagu yang baru saja ia ciptakan itu.

==@==

Setelah melewati taman ini aku akan sampai ke jalan besar. Aku akan mencari taksi, aku lelah sekali, wajahku juga sakit terkena sikut. Setidaknya sudah setengah jam aku berlari. Sial !!! dua orang itu kenapa tidak kelihatan lelah sama sekali. Mereka bernafsu sekali untuk menangkapku. Mereka takkan berhasil, aku ini tak mudah menyerah. Permainan sudah dimulai, jadi harus diselesaikan sampai akhir.

Jalan rayanya sudah mulai terlihat. Sebentar lagi lampu hijaunya akan menyala. Kalau aku berhasil menyeberang sebelum lampunya menyala, mereka akan kehilangan jejakku. YOSH…baiklah, kecepatan penuh!!!

==!!!==

CIIITTTT….BRUKK

“Damn!!” maki pria itu. Ia keluar dan berjalan ke bagian depan mobilnya. Ia melihat gadis itu terduduk sambil memegang lututnya. Pria itu jongkok di depan gadis yang terduduk.

“Nona, apa kau baik-baik saja?”

“Iya, sepertinya aku baik-baik saja. Ini salahku, aku yang sembarangan menyeberang,” jawab gadis itu sambil melihat lututnya yang terluka.

“Sepertinya lututmu terluka. Biar aku bantu.”

“Aahh ini tidak apa-apa,” gadis itu tersenyum dan mengangkat kepalanya. Air muka gadis itu langsung berubah begitu ia melihat wajah orang yang menabraknya. Wajah yang sudah sangat familiar. Wajah yang selalu mengganggu tidurnya. Wajah yang ia harapkan hadir dalam mimpinya tiap malam.

“Ta…Ta…Takuya-san ???”

 

=bersambung=

 

Advertisements